Dokumentasi pribadi Percikan itu menawan, menghiasi gelapnya langit malam Memberi cahaya dalam bentangan jubah hitam Pun luluhkan segala remah-remah kehidupan Menyanyikan gema kepedihan Bagimu kematian adalah hal biasa Nyawa kami hanya seumur kecambah yang baru ditanam kemarin sore, siap panen Apakah ini karma? Ketika buaian tak lagi mesra Kasih dan sayang makin menyiksa jiwa Bunda, Di bulan ini, Aku dengar dari tetangga, Tuhan melimpahkan rahmat-Nya tapi aku tersiksa di tanah suci Tuhan Cerita kawan, setan-setan dilarang berkeliaran Lalu siapa mereka, yang merayu mengirim besi gelondongan? Angkat putih, pantangan bagi kami Meski cairan hayat terus membanjiri Nyawa kami memang berarti Tapi kami tak gentar mati 11 Ramadhan 1435 ----Dimuat dalam buletin DENTA edisi V, Juli 2014