Dokumentasi pribadi Hujan gerimis siang tadi menyisakan kerontang di hati Bait-bait kertas yang tertempel di jendela menyapa sendu senja kini Menatapku layu, meski harus tetap tegak karena solasi yang memaksanya rekat pada kusen kayu Jambu Dapatkah kau buatkan segelas teh untukku? Teh panas tanpa gula batu Biar pahit tanin merangsang sarafku Menanamkan jejak lugu di wajahmu Aku sudah bosan lagu itu Biarkan kemayaan yang mendendangkan mereka Gesekkan nada duka di senar viola. Nyanyikanlah, meski aku tak tahu kau kan mampu Biarkan aku berkabung bersama deretan nama dalam kertas kuyu Tak tahu, mungkinkah aku bahagia dalam hati yang lara atau, pantaskah aku memahat nestapa dalam pesta pora Barangkali senyuman Monalisa tahu jawabannya Ciputat, 12 Januari 2015