Langsung ke konten utama

Postingan

Favorit

Satu Dekade IKAMIFDA: Cukup Bisa Berjalan Saja?

Postingan terbaru

Fenomena Jelang Tahun Duda yang Menyekik Kegengsian

Dokumentasi Pribadi Agustus kali ini terasa begitu ramai, terutama bagi muslim di daerah Jawa. Selain terdapat dua perayaan besar, Lebaran Haji dan Ulang Tahun RI, ada perayaan lain yang mampu meningkatkan tekanan dan kolesterol darah dalam tubuh. Tumpukan undangan nikah berdesakan merayu dompet yang belum sempat penuh. Yap, sebulan ini banyak orang menyelenggarakan pesta pernikahan. Saking jamaknya, dalam sehari bisa mencapai belasan acara. Bahkan pada hari tertentu yang dinilai baik, akad nikah sekecamatan berlangsung tak kurang 27 kali. Iya, sebanyak 27 ucap akad nikah sah di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, dalam sehari. Itu terjadi tanggal 18 Agustus lalu saat jalanan tampak rasa lebaran. Yang bingung siapa? Petugas KUA, mengatur jadwal agar tak tumpang tindih sekaligus sesuai hasil hitung-hitungan sesepuh penyelenggara acara. Yang ketar-ketir siapa? Yang diundang, meraba-raba isi dompet apakah bisa pindah ke amplop dan tetap cukup untuk ngopi di warkop. Yang gala...

Obat?

Lambang kefarmasian ( Mocha ) Sakit, dilihat dari sisi siapa pun penderitanya tidak ada yang bisa dibilang enak. Coba dicermati , ‘ penderita ’ , kata ganti orang untuk sebutannya saja sudah menggambarkan kesengsaraan. Terlebih apa yang terjadi dan dirasa pen-derita-nya. Ya kan? Siapa sih yang mau sakit? Mayoritas—bahkan mungkin semua—makhluk di muka maupun dalam bumi ini tak mau mengalami kondisi sakit. Tapi tak sedikit orang dengan sadar meremehkan masa sehatnya. Sudah tahu punya riwayat penyakit maag, tapi makan seenaknya, baik menu maupun frekuensinya. Kalau kambuh, baru deh ngantri-ngantri di puskesmas, mengiba-iba minta obat. Ini juga nih yang dianggap men jadi salah satu penyebab bengkakan hutang BPJS Kesehatan, banyak orang yang sakit dikit langsung datang berobat. Begitulah, o bat seolah menjadi solusi praktis mengatasi penyakit. Padahal kenyataannya, seperti disimbolkan dengan bisa ular, obat merupakan racun. Namun banyak orang menganggap obat layakny...

Terima Kasih

Dokumentasi pribadi “Bisa pinjam hp enggak?” tanya seseorang saat menghampiri dua orang di serambi gedung sebuah kampus, meminta persetujuan seolah benda yang diminta adalah milik bersama. Mereka yang tampak asik dengan obrolan lagu kaget lantaran aktivitasnya disela tiba-tiba. “Untuk menelepon teman,” tambah pendatang menegaskan. Yang dimintai hp hanya bengong, mendadak datang orang asing tanpa permisi maupun mengenalkan diri meminjam barang yang sedang mereka gunakan sendiri, padahal peminta juga sedang memegang hp di tangan kiri. Agak khawatir dengan modus tipu-tipu, salah seorang mencoba menolak dengan alasan hp sedang dicas pada terminal listrik. Seorang lain agak bingung mau menolak seperti apa, menanyakan nomor tujuan telepon dan sisa pulsa pun digunakan tanpa menyerahkan gawainya. Sayang, komunikasi hp tersebut tak tersambut. Tak sabar, si pendatang memberikan penawaran lain dengan meminta data internet dari mobile wifi yang tergeletak di luar tas dekat keduanya....

Surat Kartini untuk Bangsanya

Dokumentasi pribadi Saya dikenalkan dengan R.A. Kartini (Raden Adjeng sebelum menikah, Raden Ayu usai menikah) lewat mata pelajaran sejarah sekadar sebagai pahlawan perempuan Indonesia. Kartini perempuan asli Jepara yang lahir pada bulan yang sama dengan bulan lahir saya, April. Hanya beda tipis tanggal dan tentu saja beda jauh tahun lahir. Selain dari tempat dan tanggal lahir, sosok ibu yang fotonya dipasang di dinding kelas Ibtidaiyah saya dulu—sehingga gambar dirinya cukup melekat dalam pikiran—selalu berpakaian kebaya, rambut tersanggul rapi, khas perempuan ningrat Jawa. Kartini, satu-satunya puan yang namanya diabadikan menjadi judul lagu wajib nasional gubahan penyair yang juga mencipta lagu kebangsaan Republik Indonesia, Wage Rudolf Supratman. Ibu Kita Kartini , judul lagunya. Penghargaan semacam ini tentu tak sembarang diberikan. Menggunakan nada sederhana membuat lagu tersebut akrab dinyanyikan anak-anak, meski tak seluruh lirik tergelorakan hingga terdenga...

Sukses dengan Kekuatan Diri

www.goodreads.com Judul          : The Power in You Penulis     : Ollie Penerbit    : Gagas Media Cetakan    : pertama, 2014 Tebal        : xvi + 288 halaman; 14 x 20 cm ISBN         : 979-780-737-5 Manusia berkembang melalui beberapa fase kehidupan. Salah seorang penulis muda, Raditya Dika, membagi fase dengan memulai dari balita, anak-anak, remaja, alay, lalu dewasa. Pada saat berada di fase kehidupan remaja dan alay, manusia rentan terserang kegalauan. Generasi galau, sebut Ollie. Galau menjadi penyebab menurunnya semangat hidup dan kekuatan untuk maju (halaman 1). Akibatnya, malas beraktivitas hingga menurunnya semangat untuk menjadi lebih baik dapat menyerang penderita galau. Bahkan dikabarkan bahwasanya kegalauan dapat memicu terjangkitnya penyakit Azheimer, penurunan daya ingat dan kemampuan mental yang biasanya t...

Rahasia yang Terbelah

Judul                   : Senja Terbelah di Bumi Surabaya Penulis                : Eni Ratnawati Penerbit              : Writing Revolution Cetakan               : pertama, April 2015 Tebal                   : 400 halaman Surat manis tanpa pengirim warna merah jambu berhiaskan mawar putih dan dua lilin miring beberapa kali diterima sang direktur muda sebuah perusahaan besar, Bayu Dirgantara. Meski lagatnya romantis, surat itu tampak seperti sebuah ancaman. Tapi Bayu tidak merasa cemas dengan kehadiran surat tersebut. Ia bahkan mengacuhkannya (halaman 21-22). Ia lebih tertarik pada hal lain yang ingin segera diselesaikannya, pesan orang mati. Sebuah wasiat almarhum ayah Bayu mengantarkan ia pada kota Sur...