Langsung ke konten utama

Sukses dengan Kekuatan Diri

www.goodreads.com
Judul        : The Power in You
Penulis     : Ollie
Penerbit    : Gagas Media
Cetakan    : pertama, 2014
Tebal        : xvi + 288 halaman; 14 x 20 cm
ISBN         : 979-780-737-5

Manusia berkembang melalui beberapa fase kehidupan. Salah seorang penulis muda, Raditya Dika, membagi fase dengan memulai dari balita, anak-anak, remaja, alay, lalu dewasa. Pada saat berada di fase kehidupan remaja dan alay, manusia rentan terserang kegalauan.

Generasi galau, sebut Ollie. Galau menjadi penyebab menurunnya semangat hidup dan kekuatan untuk maju (halaman 1). Akibatnya, malas beraktivitas hingga menurunnya semangat untuk menjadi lebih baik dapat menyerang penderita galau. Bahkan dikabarkan bahwasanya kegalauan dapat memicu terjangkitnya penyakit Azheimer, penurunan daya ingat dan kemampuan mental yang biasanya terjadi pada usia lanjut.

Untuk mengobati sindrom kegalauan, Ollie memberikan beberapa resep guna dipraktikkan. Bermula dengan memahami kekuatan dan potensi diri—disebut ‘power’ dalam buku ini—pembaca diharapkan sadar memiliki daya hebat yang dapat menuntun menuju kesuksesan. Membentengi kekuatan terhadap bisikan negatif dari dalam diri maupun pengaruh luar yang buruk menjadi langkah selanjutnya dalam menggapai sukses.

Bayang-bayang ketakutan hanya akan menggandeng ke jalan kegagalan. Jangan biarkan pikiran sendiri menyabotase langkah untuk maju, begitu kata penulis yang memperoleh penghargaan Kartini Next Generation Awards 2013 ini (halaman 54).

Secara ringkas, pemilik nama asli Aulia Halimatussadiah meracik ‘power’ dari lima frase Inggris. Racikan tersebut terdiri dari principle (prinsip), on track (pada jalur), work smart (kerja cerdas), enthusiasm (antusias), dan reliance (to self) (percaya diri) (halaman 89). Membangun kebiasaan baik, mengambil tantangan, mencari mentor, dan menghargai diri dilakukan untuk menanamkan dan memperkuat prinsip kita.

Agar dapat tetap berjalan pada jalur impian, diperlukan pembuatan jadwal dan batas waktu, komitmen, dan fokus pada potensi maksimal (halaman 133). Selain itu, kerja cerdas dapat diaplikasikan dengan berlaku bijak dalam mengatur waktu. Bersosialisasi dengan bergabung dalam forum yang memiliki visi sama dapat menjadikan semangat terus berkobar. Tak lupa untuk percaya diri dengan menjadi orang yang berjiwa positif.

Selain berlaku terhadap diri sendiri, Ollie juga memberi tips saat bersikap dengan orang lain. Berbagai kisah inspiratif Ollie pun tersebar dalam sejumlah halaman buku, agar dapat dijadikan cermin bagi pembaca untuk melangkah menggapai mimpinya.

Ollie merupakan seorang sarjana yang menekuni bidang kepenulisan. Sejumlah buku berbagai jenis mulai dari kumpulan cerita, novel, buku motivasi telah dipersembahkannya. Selain itu ia juga biasa mengisi seminar motivasi ataupun kewirausahaan. Tidak salah jika Ollie lihai dalam menyajikan tulisan pada buku ini. Buku ini tidak menuntut pembaca melakukan sesuatu, namun pembaca dituntun untuk berpikir sehingga dapat melakukan sesuatu itu sendiri.

Pemakaian bahasa yang runtun terpadu, jelas, tidak berbelit, dan menggunakan bahasa remaja saat ini menjadikan buku Ollie nyaman dibaca serta mudah dipahami. Ilustrasi berupa teks grafis maupun gambar serta lembar-lembar praktik juga tersedia untuk membantu pembaca dalam mencerna isi buku.

Pemilihan warna dasar merah terang pada beberapa halaman buku secara tidak langsung menumbuhkan semangat pembaca, namun terkadang warna merah tersebut dapat membuat mata menjadi sakit dan pusing.

Tanpa mengurangi maksud baik penulis buku terhadap penggunaan bahasa Inggris, pemakaian bahasa Inggris pada buku ini terlalu banyak. Dari judul buku, judul-judul bab, hingga sejumlah penjelasan-penjelasan dalam buku. Akibatnya, dapat menurunkan citra penulis sebagai warga negera Indonesia yang baik dalam membudayakan bahasa Indonesia.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang sempat terurai di atas, buku ‘The Power in You’ ini perlu dibaca oleh mereka yang mau belajar untuk selalu maju dan sukses. “Bukan hanya sukses untuk mencapai tujuan yang ditargetkan dalam jangka panjang, namun juga sukses harian yang diperoleh dari hasil mengamati hal-hal kecil dalam hidup” (halaman 69), jelas penulis dari 27 judul buku bermacam genre ini.


Komentar

Populer

Satu Dekade IKAMIFDA: Cukup Bisa Berjalan Saja?

Manusia merupakan satu dari sekian spesies sosial di bumi. Mereka hidup dalam kelompok tertentu dan saling membutuhkan. Barangkali seseorang bisa bertahan hidup seorang diri, di hutan misalnya, tapi ia lantas mati tanpa peninggalan, apalagi keturunan. Tiada kenangan, kesepian. Suram. Tanpa generasi, lantaran manusia bukan makhluk yang bisa bereproduksi sendiri layaknya pohon pisang. Bahkan bila takdir menunjuknya dengan status hermafrodit, ia akan tetap menjomlo. Kecuali jika ia diberi kemampuan berpartenogenesis, sehingga dapat melakukan pembuahan tanpa pasangan. Hmmm. Sudalaa kita membahas kelompok, bukan pasangan ~ Padahal hanya secuil pembahasan tentang pasangan. Tapi baiklah, mari kembali pada kelompok. Kelompok manusia dibentuk atas kesamaan sejarah hingga kesamaan tujuan, gabungan keduanya, atau kesamaan lain yang akan menjadi banyak jika semua pemetaannya disebutkan. Kelompok yang dibentuk sejatinya diharapkan dapat menguatkan jati diri mereka sebagai manusia, mesk...

Fenomena Jelang Tahun Duda yang Menyekik Kegengsian

Dokumentasi Pribadi Agustus kali ini terasa begitu ramai, terutama bagi muslim di daerah Jawa. Selain terdapat dua perayaan besar, Lebaran Haji dan Ulang Tahun RI, ada perayaan lain yang mampu meningkatkan tekanan dan kolesterol darah dalam tubuh. Tumpukan undangan nikah berdesakan merayu dompet yang belum sempat penuh. Yap, sebulan ini banyak orang menyelenggarakan pesta pernikahan. Saking jamaknya, dalam sehari bisa mencapai belasan acara. Bahkan pada hari tertentu yang dinilai baik, akad nikah sekecamatan berlangsung tak kurang 27 kali. Iya, sebanyak 27 ucap akad nikah sah di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, dalam sehari. Itu terjadi tanggal 18 Agustus lalu saat jalanan tampak rasa lebaran. Yang bingung siapa? Petugas KUA, mengatur jadwal agar tak tumpang tindih sekaligus sesuai hasil hitung-hitungan sesepuh penyelenggara acara. Yang ketar-ketir siapa? Yang diundang, meraba-raba isi dompet apakah bisa pindah ke amplop dan tetap cukup untuk ngopi di warkop. Yang gala...

Surat Kartini untuk Bangsanya

Dokumentasi pribadi Saya dikenalkan dengan R.A. Kartini (Raden Adjeng sebelum menikah, Raden Ayu usai menikah) lewat mata pelajaran sejarah sekadar sebagai pahlawan perempuan Indonesia. Kartini perempuan asli Jepara yang lahir pada bulan yang sama dengan bulan lahir saya, April. Hanya beda tipis tanggal dan tentu saja beda jauh tahun lahir. Selain dari tempat dan tanggal lahir, sosok ibu yang fotonya dipasang di dinding kelas Ibtidaiyah saya dulu—sehingga gambar dirinya cukup melekat dalam pikiran—selalu berpakaian kebaya, rambut tersanggul rapi, khas perempuan ningrat Jawa. Kartini, satu-satunya puan yang namanya diabadikan menjadi judul lagu wajib nasional gubahan penyair yang juga mencipta lagu kebangsaan Republik Indonesia, Wage Rudolf Supratman. Ibu Kita Kartini , judul lagunya. Penghargaan semacam ini tentu tak sembarang diberikan. Menggunakan nada sederhana membuat lagu tersebut akrab dinyanyikan anak-anak, meski tak seluruh lirik tergelorakan hingga terdenga...