“Bisa pinjam hp enggak?” tanya seseorang saat
menghampiri dua orang di serambi gedung sebuah kampus, meminta persetujuan
seolah benda yang diminta adalah milik bersama. Mereka yang tampak asik dengan obrolan lagu kaget lantaran aktivitasnya disela tiba-tiba.
“Untuk menelepon teman,” tambah pendatang menegaskan.
Yang dimintai hp hanya bengong, mendadak datang
orang asing tanpa permisi maupun mengenalkan diri meminjam barang yang sedang
mereka gunakan sendiri, padahal peminta juga sedang memegang hp di tangan kiri.
Agak khawatir dengan modus tipu-tipu, salah seorang mencoba menolak dengan
alasan hp sedang dicas pada terminal listrik. Seorang lain agak bingung mau
menolak seperti apa, menanyakan nomor tujuan telepon dan sisa pulsa pun
digunakan tanpa menyerahkan gawainya. Sayang, komunikasi hp tersebut tak
tersambut.
Tak sabar, si pendatang memberikan
penawaran lain dengan meminta data internet dari mobile wifi yang
tergeletak di luar tas dekat keduanya. Sepertinya data internet lebih berguna pada masa
sekarang daripada pulsa hp. Si empu mobile wifi pun menyetujui, lalu
memberikan nama dan kata sandi agar dapat tehubung dengan wifi. Setelah
utak-atik sana sini, ponsel si pendatang tak juga teraliri sinyal internet.
“Kok enggak bisa nyambung sih?” pendatang
yang meminta sinyal mengutarakan kegelisahannya. Si empu mobile wifi menyanggah
bahwa perangkat miliknya tak bermasalah. Ia pun mencoba membuktikan dengan memberikan
sinyal yang sama pada rekannya. Dan benar, sinyal internet segera tersambung
pada laptop rekannya. “Mungkin hp situ yang tak mau gabung,” pemilik mobile
wifi menyuarakan alasan.
Pendatang terlihat gamam, jalan keluar kebutuhannya
seolah suram. Kedua orang yang didatangi pun masih belum nyaman melanjutkan urusan mereka yang terpaksa henti di tengah jalan. "Ada kios penjual pulsa di luar sana kalau mau menghubungi teman secara
langsung dengan hp Anda,” orang yang hpnya dicas memberi solusi lain, berpikir mungkin
si pendatang kehabisan pulsa sehingga bermaksud meminjam hp orang lain di awal
permintaanya. Namun si pendatang masih tampak belum berselera, entah sebab apa.
“Saya jual pulsa juga, kalau mau,” hati-hati pemilik mobile wifi menawari, setelah sekian detik pendatang tak bersuara maupun beranjak pergi.
Pendatang terpikat, ia kemudian menyebutkan sekian digit angka. Tak lama
kemudian pemberitahuan dari operator seluler menyembul di kedua perangkat,
pengirim dan penerima pulsa.
Pendatang segera sibuk dengan hp miliknya.
Komunikasi lewat hp terhubung dengan terlontarnya sapa pembuka si pendatang
pada gawai dalam genggaman. Merasa tidak punya tanggungan apapun, si pendatang
melenggang pergi tanpa permisi atau salam bakal kembali memberikan uang pulsa
yang ia gunakan kini. Dua orang kembali melongo saat pendatang menjauh dengan jalan
kaki.
Tayu, 3 Juli 2018
9.47 WIB
Tayu, 3 Juli 2018
9.47 WIB

Komentar
Posting Komentar